Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

RESENSI : HAFALAN SHALAT DELISA



Pengarang : Tere – Liye
Penerbit : Republika

Novel karangan Tere Liye kedua yang saya baca. Awalnya sedikit berharap novel ini akan seperti novel pertama tere liye yang saya baca minggu kemarin , yang berjudul Mog Bunda Disayang Allah. Ekspektasi dan harapan saya cukup tinggi terhadap novel ini. Dan nyatanya memeang novel ini layak menjadi best seller, seperti yang tertulis di bagian atas covernya.
Novel ini mengisahkan tentang seorang anak kecil berumur 6 tahun , bernama Delisa. Dia hidup bersama keluarga kecilnya, ayahnya seorang pelaut dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa disebuah desa bernama Lok Nga. Ayah Delisa, yakni Abi Usman adalah seorang teknisi yang bekerja disebuah kapal, dan sering sekali berlayar keluar negeri. Alhasil Delisa tumbuh dan berkembang dibawah bimbingan Ummi nya dan ketiga kakanya, Cut Fatimah, Cut Zahra dan Cut Aisyah. Diantara ketiga kakanya, yang paling usil dan suka menjahili Delisa yakni Cut Aisyah, itu karena kembaran Cut Zahra ini punya watak yang suka usil, dan sangat suka menggoda adiknya yang paling kecil, apalagi ditambah Delisa belum hafal dengan bacaan sholat, sehingga semakin banyak kesempatan Cut Aisyah menggoda Delisa.
Dibawah bimbingan Ummi dan ketiga kakaknya, Delisa tumbuh menjadi gadis yang ceria, cerdas dan taat agama meski diumurnya yang masih sangat belia. Delisa berusaha sebisa mungkin untuk menghafal bacan shalat meski baginya amat susah sekali. Ummi pun menjanjikan akan membelikan sebuah kalung jika Delisa berhasil dengan bacaan Shalatnya.
Tanpa disadari, kalung tersebut lah yang akan membawa Delisa pada cerita mengharukan ini.
Cerita mencapai permasalahan ketika dating musibah Tusnami yang melanda Aceh dan sekitarnya sekitar tahun 2004 silam. Dan sejak bencana tersebut, cerita menjadi semakin mengharukan. Dibagian bagian selanjutnya malah semakim membuat saya menitikan air mata. Bukan karena bencana tersebut, melainkan karena kenyataan dan fakta fakta yang diceritkan penulis serta dpertanyaan pertanyaan yang tanpa disadari pernah saya tanyakan sebelumnya. Atau bahkan mungkin hampir menjadi pertanyaan semua orang yang percaya pada Tuhan.
Adilkah semua ini Tuhan?
Penulis menyajikan novel ini dengan cerita yang sangat indah dan kata kata yang indah pula. Meski saya menemukan ada beberapa hal yang sama seperti novel sebelumnya, tidak perlu untuk diceritakan atau terlalu aneh didengar, namun tidak mengurangi kualitas novel ini yang berhasil membuat mata saya bengkak.
Membaca novel ini membuat kita percaya akan kuasa Tuhan. Nilai nilai religius yang ada di novel ini benar benar bisa merasuk ke lubuk hati yang terdalam saya. Kepolosan dan kesucian hati Delisa benar benar membuka mata saya. Membaca novel ini membuat saya semakin percaya akan kuasa Tuhan, setelah berkali kali saya merasa tertampar dengan kenyataan yang dijabarkan dalam novel ini.
Sekali lagi, novel “HAFALAN SHALAT DELISA” ini sangat layak dibaca , apalagi bagi mereka yang selalu merasa hidup itu menyedihkan dan Tuhan itu tidak adil.
Wasalam ,

A Cat In My Eyes


A Cat In My Eyes

Pengarang : Fahd Djibran

Penerbit : gagasmedia

Sebuah novel sastra yang saya beli sekitar tahun 2009. Di akhir masa sekolah menengah saya. Awal membelinya juga karena covernya bagus. Desain covernya menarik minat saya. Seekor kucing berdiri ditengah jalan seperti sedang dipotret. Warnanya ombinasi biru dan putih tulang, seditkit krem malah. Dibagian cover tertulis judul bukunya , A Cat In My Eyes, dan ada komentar dari Dewi Lestari. Inilah alasan kedua mengapa saya tertarik dan bahkan mengagumi bacaan ini sampai sekarang. Disitu Dewi Lestari menuliskan pujiannya terhadap novel yang bisa dibilang novel sastra ini. Seorang Dewi Lestari yang saya kagumi tulisannya pun mengagumi novel ini, bagaimana mungkin saya tidak tertarik membacanya?

Jujur saja, setelah pertama kali membaca novel ini, saya tidak mengerti . bukan seperti novel teenlit yang biasanya say abaca sebelumnya. Novel ini agak absurb. Sulit dimengerti. Bahasanya sastra. Benar benar bukan bahasa yang bisa dimengerti oleh remaja.

Setelah dua tiga kali membaca , saya baru mengerti , meski tidak mengerti secara sepenuhnya.

Novel ini menggunakan sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi suatu masalah yang ada dimasyarakat. Pandangan pandangan baru yang menurut saya cerdik. Hal hal sepele yang ada disekitar kita, diangkat menjadi sebuah topic perbincangan , bahkan perdebatan. Kata kata yang digunakan pun indah. Benar benar sebuah sastra kalau menurut saya. Banyak ilmu yang bisa kita ambil dari kisahnya disini, banyak pertanyaan pula yang muncul setelah membaca novel ini. Pertanyaan pertanyaan sederhana tentang hidup sebenarnya.

Beberapa bab hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Seperti sebuah sajak. Ada juga bab yang menyajikan kisahnya dengan Tuhan , dengan cara yang unik menurut saya. Bab favorit saya adalah sebuah bab dengan judul “ Everybody’s Happy in His own Way”. Yang menarik dari bab ini adalah kata katanya yang indah dalam menggambarkan essensi kebahagiaan. Bahwa kebahagiaan adalah milik semua orang tanpa kecuali. Bahwa kebahagiaan tergantung pada diri kita sendiri. Kita yang mengatur kebahagiaan seperti apa yang kita inginkan, bukan tergantung pada pemerintah, bukan pada oranglain.

Novel ini berhasil dengan sukses mempengaruhi cara pandang saya terhadap sesuatu.

Novel yang menarik dengan cara nya sendiri dan sangat layak untuk dinikmati.

Selamat membaca .


Rabu, 30 November 2011

: mynovels :



.. it is something that i Love the Most ..

One of my favorite thing is a novel.

It is teach me everything about life .

Laugh.

Something about Love.


: Kuharap Tak Pernah Pergi :

Talk about our future like we had a clue
Never plan that one day, I'd be losing you


Tidak membayangkan suatu saat nanti aku akan kehilanganmu. Itulah yang kurasakan saat ini. Berandai andai tentang indahnya masa depan. Menikmati kesenangan dan keriaan masa kini, sedikit terlupa akan rasa sakit yang bisa saja terjadi esok hari. Entah kapan.
Sayang, aku mencintaimu.
Benar itu yang kurasakan padamu kemarin dan hari ini.
Entah bagaimana esok hari , aku masih berharap aku bisa mencintaimu sebesar rasa cintaku kemarin dan hari ini.

We keep all our promises, Be us against the world


masa indah ini semoga tidak pernah berakhir, iya kan sayang. Apakah doamu juga sama seperti ku ?
Kuharap ya.
Bersama kita pernah saling berucap janji. Dan tak sepantasnya pula kita memingkari janji yang kita buat sendiri. Aneh rasanya, iya kan. Kalau memang kita tahu tidak akan kita tepati, buat apa kita berjanji . iya gak sayang? Apa kamu sependapat denganku dalam hal ini?
Dengan segala perbedaan yang kita miliki, bersama kita melawan keteraturan hidup. Sementara manusia normal melakukan hal hal yang biasa dilakukan manuisa normal lainnya, kita melakukan dengan cara kita sendiri tanpa harus terpaku pada keteraturan keteraturan itu. Aku suka cara kita ini sayang. Bukan sekedar karena aku menikmatinya, kita berdua menikmatinya, tapi lebih kepada esensi kita tetap menjadi diri kita sendiri ditengah kebersamaan kita. Kita terlahir sebagai pribadi yang berbeda, tidak sepantasnya kita menjadi sama hanya karena kebersamaan kita.
Aku tetap harus menjadi wanita dengan kepribadianku sebelum bertemu denganmu. Dan kamu tetap harus menjadi pria hebat seperti sebelum aku mengenalmu. Kita hanya perlu menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih bisa menerima sifat pribadi yang lain ditengah kebersamaan kita. Bukan mengubah atau memaksa berubah sifat yang lain agar lebih bisa mengerti kita. Bukan begitu, bukan begitu essensi nya sayang. Kau pasti mengerti kan? Untuk itulah kau membebaskan tetap menjadi diriku sendiri, meski diperjalanannya sering kali kau menguji tingkat kesabaranku.

And in another life, I would make you stay
So I don't have to say, You were the one that got away. The one that got away


Dan suatu hari ini, aku ingin kita tetap bertahan bersama, berjuang bersama dalam dua pribadi yang bisa melebur. Aku ingin kau tetap berada disampingku selalu dan aku setia menemanimu. Hingga aku tak perlu mengatakan pada semua orang cerita atu kisah hebat tentang sosokmu sayang.
Hingga aku tak perlu membanggakanmu sebagai ‘pria yang pernah disampingku’. Sungguh, aku tidak pernah mengatakan hal itu. Aku selalu berharap kamulah pria yang menjadi ayah bagi anak anakku, anak anak kita berdua sayang. Aku ingin kamu menjadi pria yang memperdengarkan adzan pertama bagi anak anak kita kelak. Aku ingin kamu menjadi pria yang bersama denganku membimbing anak anak kita bagaimana mereka memanggil orangtua mereka, bagaimana mereka berkenalan dengan seluruh anggota keluarga kita. Aku ingin kamu menjadi pria yang mengenalkan mereka apa itu hidup, apa arti hidup, bagaimana setiap manusia pasti memiliki kehidupan yang berbeda.
Sayang, aku ingin kamu menjadi pria yang akan menjadi panutan mereka. Jika anak kita perempuan, aku ingin dia mengenal ayahnya sebagai sosok yang hebat sepertimu. Sosok pria yang pantas dijadikan sebagai kriteria pertama calaon suami yang baik. Jika anak kita lelaki, aku ingin dia menjadikanmu panutan dalam hal bagaimana seorang lelaki seharusnya memperlakukan wanita yang ia cintai. Karena aku merasakan kaulah pria hebatku sayang. Pria yang sangat cocok menjadi panutan anak anak kita kelak.

Sometimes when I miss you, I put those records on


saat terberat adalah saat saat aku dalam kesendirian malam, merindukanmu seorang diri , ditempat yang sangat jauh dari dirimu. Memori indah itu akan kuputar kembali dipikiranku. Dan disaat saat seperti itu, aku hanya bisa merindukanmu.
HANYA BISA MERINDUKANMU. Tidak lebih.

All these money can't buy me a time machine ,Can't replace you with a million rings


dan takan ada seorang pun didunia ini yang mampu menggantikan sosokmu. Dihatiku.


Terinspirasi dari lagu : Katy Perry – The One That Got Away

Selasa, 29 November 2011

kutipan novel Moga Bunda Disayang Allah

“.. Ya Tuhan, begitu menggetarkan melihat ekspressi wajah gadis kecil itu saat Kau berbaik hati mengajarkannya melihat lagi. Saat kau berbaik hati mengajarkannya mendengar lag. Kami lahir lemah, tanpa daya. Itu benar sekali. Kami lahir tidak melihat, Kau berikan mata. Kami lahir tuli, Kau berikan telinga.Kami lahir bisu, Kau berikan mulut. Kami lahir tak bergerak, Kau berikan kaki. Ya Tuhan , meski kami lahir tanpa itu semua, Kau sungguh tetap membuat kami bisa melihat, mendengar, bicara , bergerak. Kami saja yang bebal untuk memahaminy… “

“.. tapi selalu ada waktu untuk berhenti sejenak. Berhenti untuk berbisik tentang rasa terimakasih. Berbisik tentang rasa syukur kelangit langit kamar ..”

“.. ia mencintai anak anak Ryan. Bukan! Bukan karena mereka terlihat menggemaskan, tapi karena menyadari janji kehidupan yang lebih baik selalu tergenggam ditangan anak anak…”

RESENSI : MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH


RESENSI : MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH
Pengarang : tere – liye
Penerbit : republika
Cetakan ke 10 , juli 2011



Novel yang terakhir saya baca berjudul Moga Bunda Disayang Allah , karya Tere Liye . novel ini berkisah tentang seorang anak kecil bernama melati yang memiliki masalah dengan tubuhnya. Dan seorang pria bernama Karang yang membantu Melati belajar mengenai kehidupannya. Novel setebal 306 halaman ini cukup menguras air mata, menyentuh sisi paling sensitive dari diri kita , pribadi seorang manusia. Mengajarkan berbagai ilmu yang tanpa kita sadari sebenarnya bisa kita pelajari di kehidupan kita sendiri. Ilmu tentang ikhlas, rasa syukur dan perjuangan dalam sebuah proses pembelajaran. Ilmu tentang hal hal yang sebenarnya kita miliki dan seharusnya kitas syukuri. Ilmu tentang kebebalan manusia yang kadang lupa bersyukur. Pelajaran pelajaran berharga mengenai makna hidup yang sesungguhnya.
Kisah yang sungguh mengharukan. Melati terlahir sebagai gadis kecil yang lucu, dan normal. Sampai diumurnya yang ketiga, baru sejenak ia menikmati indahnya hidup, cahaya terang, dan suara suara merdu disekitarnya, semua itu harus direnggut dari dirinya karena sebuah kecelakaan kecil. Melati benar benar terputus komunikasinya dengan dunia luar saat dokter memvonisnya buta, tuli dan sekaligus bisu.dilain pihak, seorang pria yang sangat mencintai anak anak, menyayangi mereka lebih dari apaun, memahami mereka dengan cara nya sendiri, mampu menjadi motivator hebt bagi anak anak disekitarnya, benar benar sosok pria hebat bagi anak anak , namun tiba tiba ia harus mengalami kecelakaan bersama anak anak di tengah laut lepas. Kecelakaan yang membuat luka hati mendalam bagi pria bernama Karang. Perasaan bersalah menyelingkupi hatinya tiga thun lamanya, sampai suatu hari Bunda memohon padanya untuk membantu penyembuhan Melati .
Benar benar kisah yang mengharukan. Beberapa kali saya sampai meneteskan air mata membaca novel ini. Di beberapa bagian , penulis sangat indah memainkan kata katanya yang puistis. Meski diawal awal cerita cenderung membosankan dan sedikit membingungkn, namun perlahan dan pasti, cerita mulai menemui titik temu ketika sampai dipuncak atau klimaksnya. Saya sendiri terhanyut membaca novel ini sampai lupa waktu. Bahasanya mengalir indah. Sampai pada dua bab terakhir saya masih tidak mengerti kenapa novel ini berjudul “Moga Bunda Disayang Allah” dan bukan berjudul yang lain seperti misalnya “Melati dipeluk Karang” atau apalah yang menggambarkan kisah Karang dan perjuangan Melati bersama sama meski dengan cerita atau latar belakang yang berbeda. Saya baru mengerti ketika sampai pada halaman terakhir dan di kalimat terakhir.
“bunda , met bobo juga, moga bunda disayang Allah”
Saya baru mengerti inti cerita ini.
Selamat membaca novel ini, jangan lupa sediakan tissue . heeheheheh
~ high recommended ~

Template by:

Free Blog Templates