Tampilkan postingan dengan label LOVE theMOST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LOVE theMOST. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

MASIHKAH KAU DIPERSIMPANGAN ITU, HEI TEMAN LAMA?

Masihkah kau ada disana ? sudah lebih dari setahun semenjak aku berani memutuskan untuk merangkai kisah cintaku tidak denganmu, tapi dengannya. Dengan dia yang entah mengapa saat itu tiba-tiba saja hadir diantara kita. Bagimu, dia pengganggu. Baginya, kamu masa lalu ku yang menyebalkan, dan selalu bisa membuat dia cemburu.
Apa kabarmu, hei teman lama ? bahagiakah kau disana ? kukira jawabannya pasti iya. Apa si kucing itu benar bisa membahagiakanmu seperti aku saat itu? Miris ya. Dulu aku ‘kucingmu’ , namun sekarang kamu bersama si kucing baru. Aneh gak sih menurutmu? Hehe.
Sekejap lalu aku rindu. Rindu tentang cerita kita, hei teman lama. Rindu serindu rindunya aku. Mungkin kau tidak tahu. Tapi dulu aku mendambamu, teman. Benar. Aku tidak bohong. Tanya saja ke teman dekatku, mereka tahu kok. Mungkin bahkan lebih tahu daripada kamu.
Pernahkan kau merindukanku, teman lama?
Dulu kita bercanda. Sering bercanda. Saling membantu dan tergantung. Aku biasa menemani malammu. Meski lebih sering aku meninggalkanmu sendiri disana, bekerja seorang diri. Aku pernah menjadi teman yang membangunkanmu dipagi hari. Dengan tawa tentu saja. Kamu selalu bisa menghiburku entah dengan apa saja tingkah lakumu. Tingkah konyolmu. Cerita cerita mu. Aku rindu, benar benar rindu dengan semua itu.
Aku rindu kita pulang bersama, melewati jalanan malam semarang-salatiga berdua saja. Aku rindu saat saat perjalanan itu. Saat kamu bercerita banyak hal dan kita membagi kisah masa kecil kita. Masa kecil kita, tetangga. Kamu yang dari kecil gayanya udah selangit. Kamu yang sayang banget sama kedua adik kecilmu. Kamu dan kamu dan kamu, aku rindu teman.
Aku rindu saat saat kesuwungan kita bersama. Saat kamu bercerita tentang si dia teman lama kita. Bahkan saat terbodoh ngobrol bersama kita didepan kos. Aku rindu pulang malam malam dari kontrakan, nungguin kamu selesai nonton pertandingan Indonesia, entah lawan mana aku lupa. Ngobrol gak jelas di teras kontrakan. Iseng-iseng godain kamu, ngerecokin sms mu dan sebagainya. Aku rindu, sebenar benarnya rindu, teman.
Aku yakin kamu bahagia sekarang dengan dia.
Aku tahu kamu mencintainya.
Aku tidak akan mengganggumu. Tidak mungkin.
Aku punya dia yang kucinta juga. Sangat bahkan.
Aku hanya sekedar merindukanmu hari ini,dan semoga esok tidak lagi.
Semoga.
Aku tidak ingin berharap lagi. Berharap kamu masih menungguku dipersimpangan , seperti yang pernah kau janjikan.
……
Sekarang, persimpangan itu mungkin sudah tidak ada lagi teman. Mungkin persimpangan itu hanya sekedar angan sesaat kita, yang kini telah hilang tak berbekas. Seperti janji yang kita ikrarkan ketika itu. Janji untuk tetap saling menggenggam saat kita terjatuh. Aku tak lagi bisa menggenggamu , bahkan hanya sebagai sahabatku.
…….
Teman, untuk yang terakhir aku sampaikan. Aku pernah mencintaimu diwaktu lalu.

Selasa, 27 Desember 2011

maaf Tuhan, saya sedikit memaksa :)

entah apa namanya ini. seperti sudah ditakdirkan Tuhan.
ya. Tuhan selalu punya rencana. dibalik setiap peristiwa, pasti ada misteri Tuhan. aku yakin itu. dan percaya itu.
tidak ada yang namanya kebetulan. semua nyata ada nya telah digariskan.
tidak mungkin hari ini kebetulan aku bertemu denganmu kalau bukan karena Tuhan telah merencanakan itu.
tidak mungkin aku jatuh cinta padamu kalau bukan Tuhan yang merencanakan pertemuan itu.
tidak mungkin semua terjadi begitu saja.
dan pasti Tuhan punya rencana.
rencana yang bagi kita sama misteri nya dengan legenda legenda ranah jawa.
absurb. bayang semu. tag jelas. tapi nyata adanya.
hanya dengan percaya modal kita dalam meyakininya.

Tuhan, dan kali ini aku berharap Kau menyimpan misteri yang akan berakhir bahagia untukku.
aku tidak merajuk, namun jika itu memang baik juga untuk orang disekitarku. kenapa tidak ?

Kamis, 22 Desember 2011

bein supermod :D *wooooooahhhaa*

just wanna share my brand new photos. taken last sadturday :)


hello, sunshine !

and this is another shoot .



haha . just like im being a supermodel :p

special thanks to my ownphotographer and also my best designer ever :)
love him sooo
//eiohero//

Kamis, 01 Desember 2011

RESENSI : HAFALAN SHALAT DELISA



Pengarang : Tere – Liye
Penerbit : Republika

Novel karangan Tere Liye kedua yang saya baca. Awalnya sedikit berharap novel ini akan seperti novel pertama tere liye yang saya baca minggu kemarin , yang berjudul Mog Bunda Disayang Allah. Ekspektasi dan harapan saya cukup tinggi terhadap novel ini. Dan nyatanya memeang novel ini layak menjadi best seller, seperti yang tertulis di bagian atas covernya.
Novel ini mengisahkan tentang seorang anak kecil berumur 6 tahun , bernama Delisa. Dia hidup bersama keluarga kecilnya, ayahnya seorang pelaut dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa disebuah desa bernama Lok Nga. Ayah Delisa, yakni Abi Usman adalah seorang teknisi yang bekerja disebuah kapal, dan sering sekali berlayar keluar negeri. Alhasil Delisa tumbuh dan berkembang dibawah bimbingan Ummi nya dan ketiga kakanya, Cut Fatimah, Cut Zahra dan Cut Aisyah. Diantara ketiga kakanya, yang paling usil dan suka menjahili Delisa yakni Cut Aisyah, itu karena kembaran Cut Zahra ini punya watak yang suka usil, dan sangat suka menggoda adiknya yang paling kecil, apalagi ditambah Delisa belum hafal dengan bacaan sholat, sehingga semakin banyak kesempatan Cut Aisyah menggoda Delisa.
Dibawah bimbingan Ummi dan ketiga kakaknya, Delisa tumbuh menjadi gadis yang ceria, cerdas dan taat agama meski diumurnya yang masih sangat belia. Delisa berusaha sebisa mungkin untuk menghafal bacan shalat meski baginya amat susah sekali. Ummi pun menjanjikan akan membelikan sebuah kalung jika Delisa berhasil dengan bacaan Shalatnya.
Tanpa disadari, kalung tersebut lah yang akan membawa Delisa pada cerita mengharukan ini.
Cerita mencapai permasalahan ketika dating musibah Tusnami yang melanda Aceh dan sekitarnya sekitar tahun 2004 silam. Dan sejak bencana tersebut, cerita menjadi semakin mengharukan. Dibagian bagian selanjutnya malah semakim membuat saya menitikan air mata. Bukan karena bencana tersebut, melainkan karena kenyataan dan fakta fakta yang diceritkan penulis serta dpertanyaan pertanyaan yang tanpa disadari pernah saya tanyakan sebelumnya. Atau bahkan mungkin hampir menjadi pertanyaan semua orang yang percaya pada Tuhan.
Adilkah semua ini Tuhan?
Penulis menyajikan novel ini dengan cerita yang sangat indah dan kata kata yang indah pula. Meski saya menemukan ada beberapa hal yang sama seperti novel sebelumnya, tidak perlu untuk diceritakan atau terlalu aneh didengar, namun tidak mengurangi kualitas novel ini yang berhasil membuat mata saya bengkak.
Membaca novel ini membuat kita percaya akan kuasa Tuhan. Nilai nilai religius yang ada di novel ini benar benar bisa merasuk ke lubuk hati yang terdalam saya. Kepolosan dan kesucian hati Delisa benar benar membuka mata saya. Membaca novel ini membuat saya semakin percaya akan kuasa Tuhan, setelah berkali kali saya merasa tertampar dengan kenyataan yang dijabarkan dalam novel ini.
Sekali lagi, novel “HAFALAN SHALAT DELISA” ini sangat layak dibaca , apalagi bagi mereka yang selalu merasa hidup itu menyedihkan dan Tuhan itu tidak adil.
Wasalam ,

Selasa, 29 November 2011

kutipan novel Moga Bunda Disayang Allah

“.. Ya Tuhan, begitu menggetarkan melihat ekspressi wajah gadis kecil itu saat Kau berbaik hati mengajarkannya melihat lagi. Saat kau berbaik hati mengajarkannya mendengar lag. Kami lahir lemah, tanpa daya. Itu benar sekali. Kami lahir tidak melihat, Kau berikan mata. Kami lahir tuli, Kau berikan telinga.Kami lahir bisu, Kau berikan mulut. Kami lahir tak bergerak, Kau berikan kaki. Ya Tuhan , meski kami lahir tanpa itu semua, Kau sungguh tetap membuat kami bisa melihat, mendengar, bicara , bergerak. Kami saja yang bebal untuk memahaminy… “

“.. tapi selalu ada waktu untuk berhenti sejenak. Berhenti untuk berbisik tentang rasa terimakasih. Berbisik tentang rasa syukur kelangit langit kamar ..”

“.. ia mencintai anak anak Ryan. Bukan! Bukan karena mereka terlihat menggemaskan, tapi karena menyadari janji kehidupan yang lebih baik selalu tergenggam ditangan anak anak…”

RESENSI : MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH


RESENSI : MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH
Pengarang : tere – liye
Penerbit : republika
Cetakan ke 10 , juli 2011



Novel yang terakhir saya baca berjudul Moga Bunda Disayang Allah , karya Tere Liye . novel ini berkisah tentang seorang anak kecil bernama melati yang memiliki masalah dengan tubuhnya. Dan seorang pria bernama Karang yang membantu Melati belajar mengenai kehidupannya. Novel setebal 306 halaman ini cukup menguras air mata, menyentuh sisi paling sensitive dari diri kita , pribadi seorang manusia. Mengajarkan berbagai ilmu yang tanpa kita sadari sebenarnya bisa kita pelajari di kehidupan kita sendiri. Ilmu tentang ikhlas, rasa syukur dan perjuangan dalam sebuah proses pembelajaran. Ilmu tentang hal hal yang sebenarnya kita miliki dan seharusnya kitas syukuri. Ilmu tentang kebebalan manusia yang kadang lupa bersyukur. Pelajaran pelajaran berharga mengenai makna hidup yang sesungguhnya.
Kisah yang sungguh mengharukan. Melati terlahir sebagai gadis kecil yang lucu, dan normal. Sampai diumurnya yang ketiga, baru sejenak ia menikmati indahnya hidup, cahaya terang, dan suara suara merdu disekitarnya, semua itu harus direnggut dari dirinya karena sebuah kecelakaan kecil. Melati benar benar terputus komunikasinya dengan dunia luar saat dokter memvonisnya buta, tuli dan sekaligus bisu.dilain pihak, seorang pria yang sangat mencintai anak anak, menyayangi mereka lebih dari apaun, memahami mereka dengan cara nya sendiri, mampu menjadi motivator hebt bagi anak anak disekitarnya, benar benar sosok pria hebat bagi anak anak , namun tiba tiba ia harus mengalami kecelakaan bersama anak anak di tengah laut lepas. Kecelakaan yang membuat luka hati mendalam bagi pria bernama Karang. Perasaan bersalah menyelingkupi hatinya tiga thun lamanya, sampai suatu hari Bunda memohon padanya untuk membantu penyembuhan Melati .
Benar benar kisah yang mengharukan. Beberapa kali saya sampai meneteskan air mata membaca novel ini. Di beberapa bagian , penulis sangat indah memainkan kata katanya yang puistis. Meski diawal awal cerita cenderung membosankan dan sedikit membingungkn, namun perlahan dan pasti, cerita mulai menemui titik temu ketika sampai dipuncak atau klimaksnya. Saya sendiri terhanyut membaca novel ini sampai lupa waktu. Bahasanya mengalir indah. Sampai pada dua bab terakhir saya masih tidak mengerti kenapa novel ini berjudul “Moga Bunda Disayang Allah” dan bukan berjudul yang lain seperti misalnya “Melati dipeluk Karang” atau apalah yang menggambarkan kisah Karang dan perjuangan Melati bersama sama meski dengan cerita atau latar belakang yang berbeda. Saya baru mengerti ketika sampai pada halaman terakhir dan di kalimat terakhir.
“bunda , met bobo juga, moga bunda disayang Allah”
Saya baru mengerti inti cerita ini.
Selamat membaca novel ini, jangan lupa sediakan tissue . heeheheheh
~ high recommended ~

Template by:

Free Blog Templates